- Back to Home »
- Pendidikan »
- Bentuk Muka Bumi di Lautan
Posted by : N+Bayu
Senin, 19 Januari 2015
Bentuk Muka Bumi di Lautan
Relief dasar laut terdiri dari bentukan-bentukan
berupa:
1.
Palung laut atau trog adalah daerah ingressi di laut yang bentuknya memanjang.
Contohnya, Palung Mindanau (10.830 meter), Palung Sunda (7.450 meter), dan
sebagainya.
2.
Lubuk laut atau “basin” terjadi akibat tenaga tektonik, merupakan laut ingressi
dan bentuknya bulat. Contohnya, Lubuk Sulu, Lubuk Sulawesi, Lubuk Banda, dan
sebagainya.
3.
Gunung laut adalah gunung yang kakinya ada di dasar laut. Kadang-kadang puncak
gunung laut muncul tinggi di atas laut. Contohnya, Gunung Krakatau, Maona Loa
di Hawaii.
4.
Punggung laut merupakan satuan atau deretan bukit di dalam laut. Contohnya,
punggung laut Sibolga.
Ambang
laut atau drempel adalah punggung laut yang memisahkan dua bagian laut atau dua
laut yang dalam. Contohnya, Ambang Laut Sulu, Ambang Laut Sulawesi, Ambang Laut
Gibraltar, dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah
ini!
Gambar
5. Relief dasar laut.
Secara
umum dasar laut terdiri atas empat bagian. Pembagian ini dimulai dari bagian
daratan menuju ke tengah laut, adalah sebagai berikut:
1.
Landasan Benua (Continental Shelf)
Continental
shelf (landasan benua) adalah dasar laut yang berbatasan dengan benua. Di dasar
laut ini sering ditemukan juga lembah yang menyerupai sungai. Lembah beberapa
sungai yang terdapat di Continental Shelf ini merupakan bukti bahwa dulunya
continental shelf meupakan bagian daratan yang kemudian tenggelam.
2.
Lereng Benua (Continental Slope)
Continental
slope (lereng benua) biasanya terdapat di pinggir continental shelf. Daerah
continental slope bisa mencapai kedalaman 1500 m dengan sudut kemiringan
biasanya tidak lebih dari 5 derajat.
3.
Deep Sea Plain
Deep
sea plain meliputi dua pertiga seluruh dasar laut dan terletak pada kedalaman
lebih dari 1.500 m, biasanya relief di daerah ini bervariasi, mulai dari yang
rata sampai pada puncak vulkanik yang menyembul di atas permukaan laut sebagai
pulau yang terisolasi.
4.
The Deeps
The
deeps merupakan kebalikan dari deep sea plain. Hanya sebagian kecil dasar
lautan sebagai the deeps. The deeps permukaan laut adalah dasar laut dengan
ciri adanya palung laut (trog) dan mencapai kedalaman yang besar, misalnya di
Samudera Pasifik mencapai kedalaman 75.000 m.
Bagaimana,
sudah paham? Jika masih belum, pelajari kembali terutama bagian yang dianggap
sulit. Jangan lupa buat rangkuman isi materi. Kalau sudah paham, kita lanjutkan
pada gejala-gejala vulkanisme.
C.
Morfologi Dasar Laut
Seperti
halnya bentuk muka bumi di daratan yang beraneka ragam, bentuk muka bumi di
lautan juga beragam. Bedanya bentuk muka bumi di lautan tidak seruncing dan
sekasar relatif di daratan. Keadaan ini akibat dari erosi dan pengupasan olah
arus laut.
Bentuk-bentuk
muka bumi di lautan adalah sebagai berikut :
1.
Landas kontinen (continental shelf), yaitu wilayah laut yang dangkal di
sepanjang pantai dengan kedalaman kurang dari 200 meter, dengan kemiringan
kira-kira 8,4 %.
Landas
kontinen merupakan, dasar laut dangkal di sepanjang pantai dan menjadi bagian
dari daratan. Contohnya Landas Kontinental Benua Eropa Barat sepanjang 250 km
ke arah barat. Dangkalan sahul yang merupakan bagian dari benua Australia dan
Pulau Irian, landas kontinen dari Siberia ke arah laut Artetik sejauh 100 km,
dan Dangkalan Sunda yang merupakan bagian dari Benua Asia yang terletak antara
Pulau Kalimantan, Jawa dan Sumatra.
2.
Lereng benua (continental slope), merupakan kelanjutan dari continental shelf
dengan kemiringan antara 4 % sampai 6 %. Kedalaman lereng benua lebih dari 200
meter.
3.
Dasar Samudra (ocean floor), meliputi:
a.
Deep Sea Plain, yaitu dataran dasar laut dalam dengan kedalaman lebih dari 1000
meter.
b.
The Deep, yaitu dasar laut yang terdalam yang berbentuk palung laut (trog).
Pada
ocean floor terdapat relief bentukan antara lain:
1.
Gunung laut, yaitu gunung yang kakinya di dasar laut sedangkan badan puncaknya
muncul ke atas permukaan laut dan merupakan sebuah pulau.
Contoh:
gunung Krakatau.
2.
Seamount, yaitu gunung di dasar laut dengan lereng yang curam dan berpuncak
runcing serta kemungkinan mempunya tinggi sampai 1 km atau lebih tetapi tidak
sampai kepermukaan laut.
Contoh:
St. Helena, Azores da Ascension di laut Atlantik.
3.
Guyot, yaitu gunung di dasar laut yang bentuknya serupa dengan seamount tetapi
bagian puncaknya datar. Banyak terdapat di lautan Pasifik.
4.
Punggung laut (ridge), yaitu punggung pegunungan yang ada di dasar laut.
Contoh:
punggung laut Sibolga.
5.
Ambang laut (drempel), yaitu pegunungan di dasar laut yang terletak diantara
dua laut dalam.
Contoh:
ambang laut sulu, ambang laut sulawesi.
6.
Lubuk laut (basin), yaitu dasar laut yang bentuknya bulat cekung yang terjadi
karena ingresi.
Contoh:
lubuk laut sulu, lubuk laut sulawesi.
7.
Palung laut (trog), yaitu lembah yang dalam dan memanjang di dasar laut terjadi
karena ingresi.
Contoh:
Palung Sunda, Palung Mindanao, Palung Mariana.