- Back to Home »
- Kebudayaan »
- Makam Raja KeLima Sekadau (Pangeran Ratu)
Posted by : N+Bayu
Rabu, 07 Januari 2015
Assalamualaikum Wr.Wb
Salam Kebudayaan ,Hai Sobat How are you today hhhhaaaa ,Apai Kabar Co ??
,Baiklah saya kali ini akan membahas tentang Pangeran Ratu yaitu pemegang tahta
kerajaan Sekadau yang ke Lima.
Pangeran
ratu adalah raja kerajaan sekadau yang ke lima kerajaan sekadau.Makam pangeran
ratu ini terletak di mungguk.pangeran ratu hanya sebagai pembah saja di
kerajaan sekadau.Pangeran ratu ini hanya menunggu pangeran anom cukup
umur.Pangeran ratu hanya menjabat sebagai raja sebentar di karenakan pengeran
anom yang sudah cukup umur.pangeran ratu bergelar pangeran mangku 1.pangeran
ratu mempunyai sebuah pengawal setia berasal dari Tanjung yaitu H.G.Abdullah.Pangeran
Ratu mempunyai banyak istri dan anaknya kurang lebih 40 orang.Pangeran ratu
menjadi raja kerajaan sekadau menggantikan raja ke empat yang meninggal karena
sakit di desa kematu dan masih berhubungan erat denga raja kematu ,berikut
ceritanya :
Di dalam suatu daerah terdapat sebuah kerajaan yaitu kerajaan Labai Lawai pada suatu hari raja labai lawai menikahkan putrinya atau bahasa setempat disebut Begawai ,pada saat mengadakan gawai tersebut para ulun-ulun (pesuruh) raja ,membersihkan dan mengambil organ organ dalam ayam yang merupakan makanan kesukaan sang raja Labai Lawai ,pada saat para ulun membersihkan ayam tersebut ternyata organ dalam ayam ayam tersebut hilang entah kemana ,melihat peristiwa tersebut para ulun-ulun raja takut untuk mengatakan hal tersebut kepada raja dan mereka tidak berani kembali ke kerajaan karena organ dalam ayam yang disukai sang raja hilang entah kemana ,para ululn-ulun pun berniat menggantikan organ dalam ayam ayam tersebut dengan cacing tamau (cacing tanah besar) setelah organ dalam ayam ayam tersebut telah digantikan isi perut nya dengan cacing tamau tersebut para ulun-ulun pun kembali kekerajaan dan sesampai di kerajaan para ulun-ulun pun di perintahkan oleh raja untuk segera memasak dan menyajikan organ dalam tersebut yang telah digantikna oleh cacing tanpa sepengatahuan raja ,setelah para ulun-ulun menghidangkan cacing tersebut kepada raja ,raja pun langsung mencobanya dan raja sangat menyukainya dan raja pun tidak ingin memakan sapi atau kerbau lagi karena raja telah menyukai cacing tersebut.
Singkat cerita ,pada saat acara
pernikahan tersebut berlangsung
tiba-tiba hujan turun dan petir menyambar kemana-mana dan membuat acara
pernikahan tersebut menjadi kacau sang raja pun keluar istana untuk melihat
keadaan diluar ,sesampai diluar tidak berselang lama datanglah sebuah cacing
yang besar yang marah dan murka karena para ulun-ulun kerajaan menggantikan
organ-organ dalam ayam dengan cacing-cacing mereka dan hal tersebut membuat
antu cacing marah dan murka kepada raja yang telah memakan cacing tersebut
,cacing pun semakin murka dan menumbangkan pohon besar disekitar istana dan
pohon tersebut menimpa istana dan istana pun hancur.
Dalam keadaan darurat raja dan
ulun-ulunnya yang selamat pergi dari kerajaan mereka mereka pergi ke hulu
sekadau ,mereka memutuskan untuk menetap sementara di hulu Sekadau .Setelah
beberapa lama kemudaian mereka memutuskan untuk mencari sungai dan bermaksud
untuk menelusuri sungai sekadau ,tidak lama kemudian mereka menemukan sungai
sekadau dan mereka membuat Bidar atau kapal-kapal yang besar pada jaman
kerajaan ,setelah bidar tersebut selesai mereka mulai menelusuri sungai sekadau
dan bermaksud untuk mencari nanga sungai atau muara sungai. Pada saat dalam
perjalan Raja dan para ulun-ulun melihat sebuah bukit yang menghadang di depan
sungai dan mereka kira sungai ini buntu,Raja dan ulun-ulun pun mengambil daun
nyur atau kelapa dan membuangnya di sungai untuk melihat apakah sungai benar
benar buntu atau tidak ,setelah mereka lihat ternyata daun nyur tadi terus
melaju dan mereka pun tau bahwa sungai sesungguhnya tidak buntu nama ada
persimpangan, mereka pun melanjutkan perjalanan dan tak lama kemudian mereka
pun memutuskan singgah disuatu daratan yaitu kematu ,mereka menetap di kematu
dan membuat sebuah kerajaan yang baru yang disebut KERAJAAN KEMATU.
Raja pertama yang memerintah
kerajaan kematu adalah Raja Engkong yang bergelar Pangeran Agung Prabubaya .
Ketika
Raja Engkong mengatakan ingin memilih penerus tahta kerajaan ,mereka berempat
saudara tersebut berkelahi untuk merebut tahta kerajaan.Tidak beberapa lama
Raja Engkong jatuh sakit dan didetik-detik nafas terakhirnya ia berpesan dan
mengangkat Pangeran Kadar sebagai penerus Kerajaan Kematu ,saudara nya yang
lain pun iri dan termasuk Pangeran Agung ,Pangeran Agung pun melarikan diri ke
Lawang Kuari bersama Ratu Kudong dan pengikutnya yang bersuku cina (tionghua)
,senganan (melayu) ,dayak yang lebih dengan nama suku CIDAYU ,dan saudaranya
Pangeran Senarong melarikan diri ke Belitang dan mendirikan sebuah kerajaan
disana dan dia sebagai Rajanya ,sedangkan Pangeran Suma melarikan diri ke
Sekadau dan mendirikan kerajaan disana.
Kerajaan Sekadau yang dipimpin oleh
Pangeran Suma yang mendirikan kraton sungai Bara’k ,dan pada saat itu ajaran
agam Islam telah masuk ke kerajaan ,tetapi masih mempertahankan lamanya.Setelah
Raja Suma tinggal di kerajaan sekadau Raja Suma bermaksud untuk mengujungi
ayahnya yang menjadi Raja Kematu yaitu Raja Kadar ,setelah Raja Suma sampai di
Kerajaan Kematu Raja Suma jatuh sakit dan meniggal di Kerajaan Kematu dan di makamkan
di Kematu.
Setelah
menerima kabar dari Kerajaan Kematu bahwa Raja Suma telah meninggal karena
sakit yang di deritanya kerajaan pun menggantikan Raja Suma dengan putranya
yaitu ,Sultan Anom Ahmad Kamarudin yang bergelar Abang Todong.
Pada masa pemerintahaan
Raja Sultan Anom ,Raja Anom menghapuskan kebiasaan lama yaitu masih mengonsumsi
tuak dan arak dan menjadikan agama islam sebagai agama resmi di Kerajaan Sungai
Bara’k dan mendirikan masjid Jami At-Taqwa yang di kubah masjidnya diberi
sebuah tempat arak dan tuak atau yang dikenal dengan tempayan yang di pasang
secara terbalik yang mengandung makna bahwa masyarakat kerajaan telah berhenti
dan melarang meminum arak dan tuak.
Begitu
lah hubungan keluarga kerajaan sekadau yang menyebar kemana mana dan panngeran
ratu turun pangkat karena sultan anom telah besar dan cukup umur untuk memimpin
kerajaan.
Wassalamualaikum Wr.Wb
Jika Ingin Memposting Artikel Ini Harus Disertai Alamat "portal-nugraha.blogspot.com"
Tinggalkan Komentar Anda ,Terimakasih
Tinggalkan Komentar Anda ,Terimakasih

Nice =))
BalasHapusTerima kasih atas posting informasi ini, saya pribadi mengharapkan silsilah keturunan dan asal muasal kerajaan sekadau perlu dilakukan kajian sejarah yg lebih mendalam lagi. Karena banyak masih informasi yg perlu digali, terutama perubahan kerajaan dari zaman hindu ke zaman islam yg belum banyak terungkap. Di samping itu asal muasal Raja pangeran Engkong keatasnya masih blm terjawab, walaupun masa itu blm banyak catatan sejarah yg bisa membuktikannya, tapi beberapa situs sejarah yg ada di wilayah sekadau dan sekitarnya saya meyakini bahwa kerajaan sekadau dari awalnya adalah satu kerajaan hindu tertua di kalimantan barat di samping kerajaan Kutai kartanegara di kaltim. Mudah2an tulisan ini dapat menggugah para pencinta sejarah utk mengungkapkannya. Wallahu'alam bissawab. Wassalam.
BalasHapus